Tentang Pondok Pesantren Al-Ishlah

Profil Pondok Pesantren Al-Ishlah

Pondok Pesantren Al-Ishlah adalah pondok pesantren alumni Gontor, karenan pendirinya merupakan alumni Pondok Modern Gontor. Pondok pesantren Al-Ishlah menerapkan sistem dua kurikulum, yaitu kurikulum pemerintah juga kurikulum pondok.
Menggunakan dua bahasa asing dalam percakapan sehari-hari, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Pondok Pesantren Al-Ishlah didirikan pada 13 September 1986 oleh Drs. Muhammad Dawam Saleh, seorang sarjana filsafat UGM yang juga alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Saat berdiri, pondok yang terletak di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan ini hanya berupa sebuah rumah tua di atas lahan seluas 25 m x 35 m. Dari rumah inilah Muhammad Dawam mengawali pembinaan santri-santri pertamanya yang tak lebih dari 10 orang.

    Misi Pondok

  1. Melaksanakan Da’wah Islamiyah melalui jalur pendidikan.
  2. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia menuju terbentuknya Muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berpengetahuan luas, terampil, mandiri, dan berpengabdian kepada agama, masyarakat, dan negara.
  3. Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, yang dijiwai oleh nilai-nilai agama.
  4. Membangun Ukhuwah Islamiyah dan kerjasama antargolongan demi terbentuknya masyarakat yang damai di bawah naungan ridlo Allah SWT.

    Tujuan Pondok

  1. Mendidik santri untuk menjadi Muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlaq karimah, berwawasan luas, terampil, mandiri, dan berdedikasi kepada agama, masyarakat dan negara.
  2. Membimbing santri meraih keunggulan, baik di bidang ilmu pengetahuan agama, ilmu pengetahuan umum, bahasa Arab, dan bahasa Inggris.
  3. Membina santri agar memiliki kecakapan hidup yang memungkinkan mereka mengembangkan diri dan hidup di tengah masyarakat.

  1. Menyelenggarakan pendidikan Sekolah/Madrasah yang terintegrasi dengan sistem Pesantren.
  2. Mengajarkan ilmu umum dan agama secara seimbang melalui kurikulum nasional dan kurikulum pondok.
  3. Mengajarkan Bahasa Arab dan Inggris secara aktif dan menjadikannya sebagai bahasa percakapan harian dan pembelajaran untuk sebagian mata pelajaran yang memungkinkan.
  4. Melayanai siswa dengan aneka kegiatan pengembangan diri sebagai bekal mereka di kemudian hari.

    SMPM 12 Sendangagung
  1. Kurikulum       : SMP plus Diniyah/Pondok
  2. Status               : Swasta Terakreditasi A/Diniyah
  3. Model               : Berasrama/Boarding School
  4. Jumlah Siswa : ± 1.200 siswa/siswi
    MA Al-Ishlah Sendangagung
  1. Kurikulum       : MA plus Pondok/Diniyah
  2. Status               : Swasta Terakreditasi A/Diniyah
  3. Jurusan            : IPA, IPS, dan Keagamaan
  4. Model               : Berasrama/Boarding School
  5. Jumlah Siswa : ± 1.050 siswa/siswi

  1. Muhadatsah, percakapan dengan bahasa Arab dan Inggris. (WAJIB)
  2. Muhadloroh/Khitobah, latihan pidato dengan bahasa Arab, Ingris, dan Indonesia. (WAJIB)
  3. Kepramukaan/Kepanduan (WAJIB), PMI, Paskibra.
  4. Olahraga: Futsal, basket, voli, takraw, beladiri, atletik, panahan, tenis meja, badminton, dsb.
  5. Keterampilan: Komputer, elektronika, tata busana, tataboga, dll.
  6. Kesenian: Drumband, musik, seni suara, kaligrafi, melukis, dekorasi, dsb.
  7. Tahsin dan Tahfidhul Quran, karya tulis ilmiah, jurnalistik, dsb.
  8. Bimbingan kehidupan beragama: Shalat berjama'ah, membaca Al-Qur'an, kuliah Shubuh, praktik imamah, khutbah Jum'at, dll.

  1. Tidak diperkenankan berbicara bahasa daerah di dalam lingkungan pondok.
  2. Tidak diperkenankan membawa dan menggunakan alat elektronik apapun.